Selasa, 13 Oktober 2009

Ulang Tahun Ibu


Besok tanggal 16 Februari......

Nazia bingung memikirkan sesuatu. Kira-kira apa ya yang dipikirkan oleh Nazia ? Yaps... kado untuk ulang tahun ibu nya. "Besok adalah hari ulang tahun ibu. Apa ya kira-kira kado yang sangat spesial untuk ibu?". Nazia terus memikirkannya sampai akhirnya mendapat ide. "Ah...aku tahu apa yang sangat spesial buat ibu!’’ ia lalu keluar kamar dan menghampiri ayah yang sedang membaca koran. "Ayah........" sapa Nazia. "Eh Nazia, ada apa sayang. Kok kamu sepertinya sangat senang hari ini?’’ tanya ayah. "Yah..., ayah mau kasih kado apa buat ibu besok?" tanya Nazia pada ayah penuh penasaran. Ayah menggelengkan kepala tanda tak tahu. "Bagaimana kalau ini ..............." Nazia membisikan sebuah kado spesial untuk ibu pada ayahnya itu. "Ayah janji ya, nggak akan kasih tau ke ibu!" kata nazia mencoba untuk merahasiakan. "Ya, bagus juga usulmu. Ayah tidak akan kasih tau ke ibu, Ayah janji kok’’ Ayah meyakinkan. "Oke, aku pergi ke kamar dulu deh........" Nazia lalu berlari menuju kamarnya.


Dalam kamarnya.....

"Yesss...!!! Akhirnya aku tau juga. Apa ayah ingin membantu merahasiakannya ya ?" kata Nazia dalam hati. To
k......tok........tok.....tok....... terdengar suara pintu kamar Nazia diketuk oleh seseorang. "Siapa? silahkan masuk!" kata Nazia mempersilahkan sebelum dijawab. Kreek..... pintu kamar Nazia terbuka dan ternyata yang diluar itu adalah Ayessa. Ayessa biasa dipanggil Echa adalah seorang anak yang cantik dan ia adalah adik Nazia. "Oooooooh ternyata Echa, ada apa Cha?" kata Nazia. "Aku cuma mau nanya, Kak Zia udah shalat Ashar atau belum?" tanya Echa. "Astaghfirullah.......... Kak Zia lupa Cha" kata Nazia sambil melihat jam. "Yah... Cha mana sekarang udah jam enam gimana dong Cha?’’ tanya nazia. "Ya udah kakak cepet shalat gih !" kata Echa lalu pergi keluar kamar. Sementara Nazia langsung berlari menuju kamar mandi dan berwudhu "Bismillahirrahmanirrahim" kata Nazia dalam hati. Setelah wudhu Nazia pun shalat. Beberapa menit kemudian ia telah selesai shalat.


Keesokan harinya......

"Zia bangun... Zia bangun cepetan....... Zia.... " kata Kak Dira. "Ehmm........... huahhhhhhh...." Nazia menguap, Kak Dira menutup hidung sambil berkata "Aduh Zi, mulut kamu bau banget! Cepat gosok gigi dan shalat subuh dulu!, Kakak mau ngomong sesuatu sama kamu" kata Kak Dira. Nazia bangun dengan malas lalu ia pergi menuju kamar mandi cuci muka, menggosok gigi kemudian berwudhu.


Selesai shalat..........

Zia kembali ke kamar untuk membaca buku, namun ia lupa kalau ada suatu rahasia yang ingin di beritahu oleh kak dira, tetapi ia malah bermalas-malasan. "Ziaaa......! kesini cepetan!" kata kak dira dengan suara yang lumayan keras. Zia kaget dan terloncat dari tempat tidur, lalu ia pergi untuk menemui kakak nya itu di lantai atas. "Ada apa kak?" tanya Nazia. "Zi, sini deh bentar” bujuk Kak Dira. "Ada apa sih?’’ tanya zia sekali lagi dengan penasaran. "Zi, hadiah apa untuk ibu dari kamu?’’ kata Kak Dira. "Ehm.... apa ya? kasih tau nggak ya?" tanya zia dalam hati. "Ah kasih tau aja deh" kata zia. "Baju dan kerudung, karena akhir-akhir ini ibu suka memakai baju kerjanya yang sudah lama sekali sehingga kekecilan" kata zia dengan penuh rasa bangga. "Hanya itu ???" kata Kak Dira ragu-ragu. "Ya memangnya kenapa? Itupun aku beli dengan uang hasil jerih payahku sendiri. Ibu pasti senang menerima kado dariku!" kata zia dengan senang menjelaskan. "Oh iya, kakak memberi hadiah apa untuk ibu?" tanya Nazia. " Ehm... tapi kamu nggak akan kasih tau ke ibu kan?" kata Kak Dira. "Ya iyalaah, masa ya iya dong!" kata Nazia menggoda kakaknya. "Emmm... baiklah, ini loh... boneka kucing yang ibu mau waktu kita ke pet shop melihat kucing tapi harganya sangat mahal, sedangkan uang ibu tidak mencukupi" kata Kak Dira memberi tahu setengah berbisik agar tidak ketahuan yang lain.


Sorenya.......

Semua segera mempersiapkan apa yang harus dilaksanakan nanti saat ibu pulang . "Beres yah....." kata Echa sambil memberi hormat lucu kepada Ayah. "Bibi... tolong nanti waktu ibu pulang, bibi langsung membawa secangkir lemon tea lalu bibi kasih ke ibu, sambil bernyanyi selamat ulang tahun oke!" kata Kak Dira yang juga ikut memberi petunjuk. "Oke deh" jawab bibi dangan nada sok tahu.


Akhirnya.....

"SELAMAT ULANG TAHUN BU.... !!" sambut mereka semuanya serempak ketika ibu memasuki rumah. Kemudian bibi datang sambil bernyanyi selamat ulang tahun pada ibu dengan membawa secangkir es lemon tea. Lemon tea adalah salah satu minuman favorit ibu. "Apa aku bermimpi? Ah terima kasih Zia, Dira, Echa, Ayah dan Bibi. Kalian telah memberikan kado yang paling istimewa untuk ibu" kata ibu terharu. "Bukan cuma ini kado nya, tapi masih ada kado lagi dari aku, Echa,
Kak Dira, Ayah dan Bibi" kataku menjelaskan sambil tersenyum senang. "Oke, semua segera ambil kado masing-masing !" perintah Ayah dengan gagah sambil ikut mengambil kado. "Wahhh... terima kasih sekali. Kalian sungguh sangat perhatian pada Ibu ya. Sekarang boleh ibu buka kado dari ayah dulu, gimana ? Oke?" tanya ibu. Lalu ayah maju kedepan dan memberikan kadonya pada ibu. "Wah manis sekali kucing ini, terima kasih Ayah!" kata ibu, lalu aku maju, disusul oleh Kak Dira kemudian Echa dan terakhir Bibi. "Ibu tampak sangat puas sekali. Begitu juga dengan aku. Wah sekarang adalah hari yang sangat indah dalam hidupku......

Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar